Mengapa Desa Perlu Membuat Website?

Heri Puji Hernowo (Admin) 23 Februari 2016 21:30:29 WIB

Membuat Website Desa merupakan serangkaian usaha untuk menyebarluaskan informasi yang ada di desa ke ranah publik. Suatu desa bisa dikatakan telah menerapkan konsep desa bersuara bila dia mampu mengelola informasi yang ada di desanya (mengumpulkan, mendokumentasikan, mengemas, dan menyebarluaskan) sehingga informasi itu diketahui oleh publik. Pada saat yang sama publik mampu diajak untuk menanggapi, mempergunakan, dan menindaklanjuti informasi itu untuk memberikan empati atau mendukung desa dalam menyelesaikan masalahnya. Untuk menyebarluaskan informasi desa, desa dapat mempergunakan beragam media informasi, salah satunya adalah website desa.

Website desa merupakan salah satu media yang memiliki daya jelajah sangat luas, bahkan mendunia. Saat desa memiliki website, desa bisa menyebarluaskan informasi di desanya, seperti berita desa, produk unggulan, kondisi desa, maupun laporan desa, yang dapat diakses oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Untuk menegaskan identitas desa di dunia internet, desa sebaiknya menggunakan nama domain DESA.ID. Domain DESA.ID merupakan kode domain yang hanya bisa diakses oleh desa, yaitu kesatuan masyarakat hukum yang berhak mengelola rumah tangganya berdasarkan hak asal-usul maupun hak tradisinonalnya (Pasal 1 UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa).

Keberadaan website desa (desa.id) telah memberi warna baru dunia internet di Indonesia. Pada November 2013, jumlah website desa hampir mencapai angka 1000. Angka ini cukup fantastis karena sebagian besar desa mampu mengelola website justru berasal dari daerah yang tidak memiliki akses internet yang bagus. Untuk sekadar mengunggah konten, mereka susah payah mencari titik akses di kota terdekat. Dahsyatnya, desa-desa itu justru mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi warganya berkat promosi dan pemasaran produk unggulan desa secara online. Sebutlah Desa Purwasaba, sebuah desa di Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara. Lewat website mereka beragam produk unggulan desa dipublikasikan secara rutin. Ada benih ikan, susu segar, mebeler, es cream, peternakan, dan lainnya. Dampaknya, komoditas desa itu tak sekadar diketahui oleh warga setempat tapi juga para pelaku ekonomi di daerah lainnya. Sekarang penjualan peralatan dari besi (pande besi) warga Desa Purwasaba sudah berlangsung antarkota sehingga setiap hari total omzet bisa mencapai 2-3 juta rupiah.

Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) melaporkan internet merupakan media yang tren penggunanya terus meningkat setiap tahun. Pada 2013, ada 82 juta penduduk Indonesia menjadi pengguna internet. Pada 2014, APJII memprediksi ada 107 juta pengguna internet dan pada 2015 ada 138 juta pengguna. Jumlah itu merupakan pangsa pasar potensial yang sangat besar bagi pemasaran produk-produk unggulan desa. Hal itu menunjukkan keberadaan website desa memiliki hubungan yang erat dengan tata kelola dunia perdesaan.

Keberadaan website desa tak sekadar sebagai media untuk menyebarluaskan informasi (infomobilisasi) dari desa tapi juga untuk mendorong tumbuhnya para pelaku ekonomi dan pemasaran produk unggulan di dunia perdesaan (mobilisasi sumberdaya). Bila tren di sejumlah desa itu mampu direplikasi oleh desa-desa lainnya, maka bukan hal yang mustahil bila 5-10 tahun ke depan, desa mampu menjadi garda depan pertumbuhan ekonomi nasional.

Manfaat website desa makin besar bila konten yang dipublikasikan mendapat apresiasi publik, hal itu ditandai dengan: Angka kunjungan website yang terus meningkat. Angka kunjungan ditandai dengan tiga hal, yaitu jumlah pengunjung, lama waktu kunjungan, dan seberapa besar komentar yang diberikan para pengunjung. Informasi yang kita sebarkan di website menjadi topik obrolan dan disebarluaskan di forum atau media sosial.

Semakin banyak pegiat online menjadikan informasi kita sebagai topik obrolan akan meningkatkan popularitas website kita. Informasi yang kita sebarkan menjadi bahan rujukan pengambilan keputusan pengunjung, misalnya: kita mempublikasikan beras bermutu dari desa kita, lalu banyak orang membeli beras tersebut maka informasi kita sudah menjadi rujukan bagi pembeli beras.

---------------------------------

Spectrum Supriantho adalah Fasilitator Sistem Informasi Desa kabupaten Banjarnegara dan Anggota RTIK Banjarnegara. Ingin berbagi, bersinergi dan bekerjasama dengan Spectrum Supriantho? Dapat dihubungi melalui e-mail : dr_suprianto@yahoo.co.id & http://www.suprianto.id

Komentar atas Mengapa Desa Perlu Membuat Website?

Redaksi 23 Februari 2016 22:39:01 WIB
Mohon maaf kepada semua pengunjung, atas ketidaknyamanan website desa purwasaba, karena sedang tahap migrasi ke versi yang terbaru................moga lebih baik lagi

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

104.4 MHz. FM Radio


Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Streaming Radio Suara Banjarnegara

Layanan Mandiri


Silahkan datang ke Kantor Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Sinergitas Program

Galeri Video

Video Dokumenter SID Banjarnegara

Komentar Terkini

Website Desa Versi Androide

Silahkan klik Gambar untuk unduh Aplikasi Website Desa Versi HP Androide.

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi Desa Purwasaba