Khutbah : Azab Bagi Kelompok Radikal

khamidin 22 Februari 2018 02:54:46 WIB

Oleh: KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib, Lc

Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Jawa Tengah

????? ??? ???? ??? ????? ???? ????????. ???? ???? ????? ??? ?????. ???? ?? ?????? ???????? ?? ?? ??? ???????? ????? ????? ???????? ?????????? ??? ?????? ??? ?????. ????? ???????? ?? ??????? ?? ????? ?????? ?????? ???????? ?? ??? ???????

??????? ?? ???? ?? ?????? ??? ???? ?? ?????? ??? ???? ?? ?????? ??? ???? ?? ?????. ?? ???? ??? ????? ??? ?? ??????? ??? ?? ????? ??? ????? ????? ??? ?????

 

????? ?????? ??? ??? ???? ?? ??????. ?????? ???? ?????. ????? ?? ?? ??? ??? ???? ???? ?? ???? ?? ????? ?? ????? ???? ?????? ????? ????? ????? ??????? ?????? ??? ???? ????? ?????? ?????. ????? ?? ??? ???? ?????? ???? ???? ??? ??????? ??? ????? ?????? ??? ??? ????? ???? ?????? ?????

??? ??? ??? ???? ????? ????? ???? ?? ????? ??? ????? ??? ????? ??????

Hadirin Jumah Rahimakumullah

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan suatu kisah yang sangat patut kita renungi dalam kesempatan kali ini terutama dengan melihat perkembangan mutakhir di sekitar kita, demi melihat dan menyikapi semakin maraknya kembali kelompok-kelompok Islam radikal dan kelompok-kelompok separatis lainnya.

Disebutkan sebuah riwayat dari Imam Ahmad bin Hambal, pendiri Madzhab Hambali, bahwa suatu ketika seseorang yang bernama Abdullah bin Abi Hadrad bersama Muhallim bin Jatstsamah bin Qais dan beberapa orang sahabat lainnya diutus oleh Nabi Saw dalam sebuah misi intelijen militer ke sebuah daerah bernama Idlam. Di tengah perjalanan, mereka menjumpai seseorang yang dicurigai sebagai mata-mata orang kafir. Orang ini bernama Amir bin Al-Adlbath al-Asyja’i. Ketika bertemu dengan rombongan intel utusan Rasulullah itu, si Amir sebenarnya sudah mengucapkan salam sebagai pertanda bahwa ia adalah orang Islam. Akan tetapi di luar dugaan, Muhallim dengan serta merta membunuh Amir bin Al Adlbath. Kontan saja anggota rombongan intelijen itu protes kepada sikap Muhallim bin Jatstsamah yang membunuh seseorang yang meskipun telah mengucapkan kalimat-kalimat keIslaman.

Berikutnya, singkat cerita, sekembali rombongan intelijen dari misinya itu, mereka sowan kepada Nabi Muhammad SAW untuk melaporkan hasil misi mereka, sekaligus melaporkan peristiwa atau kejadian pembunuhan yang dilakukan oleh Muhallim terhadap Amir bin Al-Adlbath seperti diceritakan di muka. Maka mendengar laporan ini, Nabi pun kecewa dan bahkan berikutnya turun firman Allah yang memang semata-mata untuk memberi teguran keras kepada Muhallim bin Jatstamah atas sikapnya itu. Firman Allah yang turun langsung terkait dengan peristiwa ini adalah Surah An Nisa’ ayat 94:

??????????? ????????? ??????? ????? ?????????? ??? ??????? ??????? ????????????? ????? ????????? ?????? ??????? ?????????? ?????????? ?????? ????????? ??????????? ?????? ?????????? ?????????? ???????? ??????? ????????? ????????? ???????? ???????? ???? ?????? ??????? ??????? ?????????? ????????????? ????? ??????? ????? ????? ??????????? ????????

Yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kalian mengatakan kepada orang-orang yang mengucapkan “salam” kepada kalian: “kamu bukan seorang mukmin” (lalu kalian membunuhnya) dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia. Karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kalian dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kalian, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.

Hadirin Rohimakumullah

Riwayat tentang cerita di atas kemudian berlanjut. Mendengar ada ayat yang turun khusus untuk menegurnya, maka Muhallim pun secara khusus sowan kepada Nabi untuk meminta ampunan kepada Allah melalui Nabi. Tetapi di luar dugaan, menanggapi permintaan Muhallim itu, Nabi bersabda:

?? ??? ???? ??

Semoga Allah tidak mengampunimu!

Ini adalah sikap Nabi yang luar biasa aneh. Beliau terkenal lemah lembut dan pemaaf. Allah sendiri dalam sejumlah ayat yang lain memuji sikap-sikap Nabi yang lembut dan pemaaf. Kita baca ayat misalnya: Fabimaa rohmatin minallahi linta lahum (karena rohmat Allah, maka engkau bersikap lemah lebut kepada mereka) atau ayat lain seperti: bil mu’minina roufur rohim (Nabi itu selalu bersikap penyayang dan pengasih). Tetapi dalam kasus Muhallim ini, Nabi justru mendoakan agar Allah tidak mengampuni Muhallim atas kesalahannya itu.

Maka mendengar doa Nabi yang sangat aneh itu, Muhallim pun menangis tersedu-sedu. Ia meratapi dirinya yang telah berbuat kesalahan besar itu. Ia pun larut dalam kesedihan dan ketakutan yang sangat amat mendalam hingga 7 hari lamanya. Dan pada hari ketujuh, Muhallim pun meninggal dunia. Di sini berikutnya terjadi sebuah peristiwa aneh di mana ketika para Sahabat Nabi hendak menguburkan jenazah Muhallim, ternyata bumi menolak jasadnya. Berulangkali liang kubur diperluas, berulangkali pula liang kubur itu tetap tidak cukup untuk ditempati jenazah Muhallim.

Hadirin Rohimakumullah

Melihat kejadian aneh seperti ini, para Sahabat pun kembali sowan kepada Nabi untuk meminta petunjuk dan arahan bagi menguburkan jenazah Muhallim. Maka Rasulullah bersabda:

?? ????? ???? ?? ?? ?? ?? ??????? ???? ???? ???? ?? ????? ?? ??????

Sebenarnya bumi itu menerima jenazah siapa saja, bahkan jenazah yang lebih buruk dari Muhallim sekalipun. Tetapi Allah berkehendak memberi peringatan kepada kalian atas kesalahan itu.

Berikutnya singkat cerita para sahabat pun, na’udzubillah min dzalik, melempar jenazah Muhallim dari sebuah puncak gunung yang paling tinggi. Adalah karena memang bumi telah diperintahkan Allah untuk tidak menerima jenazah Muhallim sebagai peringatan keras bagi mereka yang dengan mudah mengkafirkan orang lain, padahal orang itu telah mengaku Islam.

Hadirin Rohimakumullah

Betapa kisah di atas tadi begitu sangat amat jelas untuk kita renungi dan kita resapi. Untuk merenungi kisah tadi, tidaklah diperlukan analisa yang mendalam atau orang-orang berpendidikan yang memiliki kecakapan keilmuan yang tinggi. Semua orang sebenarnya bisa memahami kisah di atas untuk kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dari sini, menjadi pertanyaan besar kita mengapa masih saja muncul gerakan-gerakan atau kelompok-kelompok radikal yang suka menebar kebencian dan bahkan suka mengkafirkan orang lain yang tidak sefaham dengannya?

Jika kita ingin menganalisa peristiwa di atas secara lebih dalam lagi, maka kita akan menemukan banyak hikmah yang harus kita renungi dan kita implementasikan ke dalam dunia nyata.

Apalagi jika peristiwa di atas kemudian kita gabungkan dengan peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh kaum Khawarij terhadap Sayyidina Ali bin Abi Thalib, sepupu dan sekaligus menantu Rasulullah Saw. Peristiwa pembunuhan oleh Khawarij itu sebelumnya didahului dengan ketidaksetujuan mereka terhadap salah satu keputusan Sayyidina Ali. Kemudian ketidaksetujuan kaum Khawarij itu berkembang menjadi sikap mengkafirkan Sayyidia Ali. Wa na’udzubillah min dzalik. Na’udzubillah min dzalik.

Maka setelah kaum Khawarij mengkafirkan Sayyidina Ali, mereka pun berikutnya tidak segan-segan membunuh menantu dan sekaligus sepupu Rasulullah yang dijuluki sebagai Babul Ilmi oleh Nabi.

Hadirin Rohimakumullah

Peristiwa memilukan atas diri Sayyidina Ali itu dan jangan lupa, kisah Muhallim di atas itu membuat kita berkesimpulan  bahwa “barangsiapa dengan mudah mengkafirkan orang lain, maka ia akan dengan mudah pula membunuh orang lain itu”.

Kesimpulan seperti ini bukanlah kesimpulan yang mengada-ada. Kesimpulan ini begitu ilmiah dan logis serta masuk akal. Siapapun, hingga anak kecil, pasti bisa mengambil kesimpulan seperti itu, yaitu sekali lagi bahwa “barangsiapa dengan mudah mengkafirkan orang lain, maka ia akan dengan mudah pula membunuh orang lain itu”.

Hadirin Rohimakumullah

Kelompok-kelompok Islam radikal itu dalam kesehariannya mereka mengaku sebagai ummat Islam. Mereka mengaji Al-Quran dan Al-Hadits. Mereka pun membaca sejarah-sejarah Nabi dan para Sahabat. Mereka pun mempelajari bahwa Nabi Muhammad dalam kesehariannya adalah seorang tokoh panutan yang selalu bersifat dan bersikap penuh rahmah, penuh kasih sayang, hingga pun terhadap orang kafir. Mereka pun mendengar dan mempelajari pernyataan Nabi kepada kaum kafir Quraisy yang sebelumnya selalu menyakiti Nabi dan para Sahabat. Dalam perang Fathu Makkah, kita membaca sejarah yang sudah sangat masyhur ttg pernyataan Nabi kepada tawanan perang dari kaum kuffar Quraisy yaitu:

?????? ????? ???????

Pergilah kalian. Kalian adalah orang-orang yang bebas.

Pernyataan Nabi seperti ini jelas mencerminkan sejauh mana sikap rahmah yang ditampakkan oleh Nabi hinggapun di hadapan kaum kuffar yang dulu menyakitinya. Bahkan dalam Al-Quran pun dinyatakan perintah:

??? ????? ????? ??? ????

Dan tinggalkanlah atau jangan pedulikan sikap mereka yang menyakitimu wahai Muhammad.

Memang benar bahwa ayat ini kemudian dinasakh atau dirubah dengan perintah:

?????? ???????? ????

Perangilah kaum musyrikin semuanya.

Akan tetapi kita tahu bahwa dalam menggali hukum dari Al-Quran dan Al-Hadits tidaklah patut kita hanya mengambil satu ayat saja tanpa melihat ayat yang lain, atau apalagi sengaja memotong-motongnya untuk disesuaikan dengan kepentingan suatu kelompok.

Adalah memang benar bahwa Allah memerintahkan kita kaum muslimin untuk memerangi kaum kafir. Tetapi perintah itu harus disikapi dengan ayat-ayat yang lain seperti:

????? ?????????? ???????????? ??????????? ???????? ??????? ??????? ????? ?????????? ?????????

Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi.

Ini berarti, perintah berperang itu adalah dalam rangka mempertahankan diri atau defensive, bukan dalam rangka menyerang atau ofensif.

Itupun ketika kita memerangi mereka, kita diberi rambu-rambu oleh Al-Quran dalam ayat berikut:

??????????? ??? ??????? ??????? ????????? ???????????????? ????? ?????????? ????? ??????? ??? ??????? ??????????????

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, tetapi janganlah kalian melampaui batas.

Apalagi kembali dalam kisah perang Fathu Makkah, Nabi yang jelas telah disakiti berulangkali oleh kaum kuffar Quraisy tetapi ternyata justru memaafkan dan membebaskan mereka.

Ini juga sesuai dengan semangat yang diisyaratkan dalam ayat lain:

??? ????? ???? ??????

Dan supaya kalian memberi maaf. Dan itu lebih dekat dengan ketakwaan.

Inilah sebenarnya Islam yang sesuai dengan apa yang selama itu dipraktekkan oleh Nabi, bukan Islam yang selama ini ditampakkan oleh kelompok-kelompok radikal itu.

??????: ??? ???? ???? ??? ???? ???? ????: ??? ???? ????? ??? ??? ???? ?? ??? ???. ??? ?? ???? ????? ???? ???? ????????

 ====

Khutbah II

????? ??? ??????? ????? ??????? ???????. ????? ?? ?? ??? ??? ???? ??? ????? ???? ???? ??? ??????. ????? ?? ???? ??? ????? ???? ???? ??? ????? ?????????. ???? ???? ????? ???? ????? ???? ??????. ??????? ?? ???? ??? ??? ???? ?? ????? ??????? ?????? ???? ??????? ?? ?????? ???? ?????? ?? ????????. ????? ?? ???? ???? ???? ?? ??????? ???????? ????? ?????? ?????? ??? ??? ???? ???????. ??? ??????? ?????????? ????????? ??? ??? ?????

????? ???? ???????? ????????? ????????? ????????? ??????? ???? ????????? ??? ???? ???? ???? ??????? ?? ????????. ?????? ????? ???? ??????? ????????? ????? ?????? ????? ???????? ?????? ?????? ????????. ?????? ????? ????? ?????? ????? ????? ???? ??????? ???????? ???? ????? ???? ????? ????????. ????? ????? ??? ????? ???? ??????. ????? ????? ???? ????? ???. ??? ???? ????? ??????? ?? ?? ????? ??? ?????? ?? ???? ????????

????? ???? ???? ??? ??????? ????? ???? ??? ??????? ????? ????? ??????? ???? ?? ????????. ???? ??? ????? ?? ???? ????. ??????? ???????? ?? ????? ??? ?????. ????? ??? ?????? ??????? ??????

???? ????  ?? ???? ?????? ?????? ???????? ?????? ?? ?????? ????? ?? ??????? ??????? ??????. ????? ????? ??????. ??????? ???? ?????? ?????? ??????? ??? ???? ????? ????? ???? ????

Komentar atas Khutbah : Azab Bagi Kelompok Radikal

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

104.4 MHz. FM Radio


Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Streaming Radio Suara Banjarnegara

Layanan Mandiri


Silahkan datang ke Kantor Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Sinergitas Program

Galeri Video

Video Dokumenter SID Banjarnegara

Komentar Terkini

Website Desa Versi Androide

Silahkan klik Gambar untuk unduh Aplikasi Website Desa Versi HP Androide.

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi Desa Purwasaba